Sabtu, 09 Februari 2013

cara merawat ayam kampung

anda mungkin sudah tidak asing dengan ayam yang satu ini. apakah anda sudah tau ayam apa ini....? ya betul ayam kampung. ayam kampung merupakan ayam asli dari indonesia, dengan ciri khas warnanya yang beragam seperti coklat, merah, hitam, putih, dll. namun ada yang beda dengan ayam ini yaitu dagingnya. daging ayam kampung lebih gurih dari pada ayam ras, walaupun bentuk ayam kampung lebih kecil namun soal rasa lebih top 1. dan untuk selengkapnya silahkan simak di bawh sini...

ayam kampung memiliki 3 fase yaitu fase doc atau day old chick atau fase ayam baru menetas, fase pertumbuhan, dan fase reproduksi. dan cara beternak ada dua cara yaitu cara eksternal dan juga cara internal. cara eksternal adalah ayam di bebaskan berkeliaran dan cara ini ada kelebihan yaitu ayam dapat mencari pakan sendiri dan kekurangan ayam akan mudah terserang penyakit. cara internal adalah cara ayam yang diletakan didalam kandang dari masa doc hingga masa panen, cara ini memiliki banyak kelebihan yaitu ayam lebih terawat dan juga lebih menguntungkan.

1. fase day old chick
  
fase ini adalah fase saat ayam baru menetas dari cangkangnya. di fase ini ayam harus diletakan kedalam kandang khusus yaitu kandang box, karena di fase ini ayam sangat rentan terhadap penyakit dan juga udara dingin. maka dari itu di kandang box harus selalu hangat  dengan suhu 30' celcius dan juga sirkulasi udara juga harus lengkap. penghatan kandang box dapat menggunakan lampu bohlam, teplok, dll. untuk sirkulasi udara saya sarankan menggunakan EX fan komputer karena udara cepat bergonta-ganti jadi udara di kandang selalu bersih. di fase ini kita harus telaten seperti pemberian vaksin, pemberian pakan, dan pemberian minum. karena jika kita tidak telaten akan menyebabkan pertumbuhan ayam terganggu dan menyebabkan ayam cepat mati. dan di fase doc dari umur 0-30 hari

2. fase pertumbuhan

fase pertumbuhan merupakan fase yang sudah tidak terlalu rumit tidak seperti pada masa doc, karena di masa ini ayam sudah agak dewasa dan juga jarang terkena penyakit. namun kita juga harus memberi vaksin untuk mempercepat bertumbuhan dan untuk kekebalan tubuh si ayam. di masa ini ayampun masih gampang terkena penyakit loh.... salah satunya yang paling berbahaya adalah penyakit flu burung, yaitu flu yang mematikan dan juga sangat merugikan yaitu jika salah satu ayam terkena flu burung maka ayam yang lainpun akan ikut tertular bahkan menyerang manusia. untuk pakan ayam di fase ini yaitu : sisa dapur, dedak, nasi aking, dll. di fase ini dari umur 1-5 bulan.

3. fase reproduksi

fase reproduksi merupakan fase yang sangat menguntungkan bagi para peternak, karena ayam ini sudah bisa menghasilkan telur dan juga dapat menghasilkan anak ayam jadi fase ini juga bisa di katakan fase panen. perawatan ayam di masa ini juga agak di istimewakan yaitu kita harus menyediakan tempat untuk bertelur, tempat untuk bertelur dapat di buat dari kain, pohon padi atau damen, ketas koran, dll. untuk perawatan ayam juga memerlukan faksin anti bakteri dan firus. dan untuk pakan ayam juga sama dengan fase ayam pertumbuhan. di fase ini dari umur 5 bulan - siap di panen.

ada satu cara lagi, yaitu cara menetaskan telur. cara menetaskan telur ada dua cara yaitu cara alami dan cara mekanik, cara alami adalah induk si ayam yang menetaskan sendiri namun cara ini kurang menguntungkan karena harus menunggu sampai menetas sampai 21 hari. dan jika menggunakan mesin ada keuntungannya yaitu jika ayam sudah bertelur, telur dapat di tetaskan dengan mesin ini dan tak lama lagi ayam akan bertelur kembali namun kelemahannya jika kita tidak telaten membalikan telur maka telur ayam tidak akan menetas alias telur gagal. jadi terserah anda mau memilih yang mana.....

selamat berternak

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar